Tajam ke bawah, Tumpul ke atas

⚖️ Hukum Indonesia: Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas

Ungkapan “hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas” sudah lama terdengar di tengah masyarakat Indonesia. Istilah ini sering digunakan untuk mengkritik ketidakadilan dalam penegakan hukum yang dianggap berpihak pada kelompok elit atau orang-orang yang memiliki kekuasaan, sedangkan rakyat kecil kerap mendapatkan perlakuan hukum yang keras dan tanpa ampun.

🔍 Makna dari Ungkapan

Secara sederhana, istilah ini menggambarkan kondisi hukum yang tidak adil dan diskriminatif.

Tajam ke bawah: artinya hukum sangat tegas (bahkan kejam) terhadap masyarakat kecil atau rakyat biasa.

Tumpul ke atas: artinya hukum seolah-olah tidak berlaku atau menjadi lemah ketika menyentuh kalangan elit, pejabat, orang kaya, atau berpengaruh.


🧱 Contoh Kasus di Masyarakat

Tidak sulit menemukan contoh yang mencerminkan fenomena ini:

Rakyat kecil mencuri makanan karena lapar, langsung ditangkap dan dihukum penjara.

Pejabat yang korupsi miliaran rupiah, justru dihukum ringan, bahkan masih bisa hidup mewah di penjara.


Fenomena ini menunjukkan adanya ketimpangan dalam keadilan hukum, yang seharusnya bersifat netral dan tidak memandang status sosial, jabatan, atau kekayaan.

Komentar

Postingan Populer